Pentingnya Contact Rate dan Visit Rate Bagi Klinik yang Bekerjasama dengan BPJS

Suatu pagi di Klinik Sehat Sentosa, suasana tampak tegang. Direktur klinik memanggil manajer pelayanan untuk meminta data terkait angka kontak (contact rate) dan kunjungan (visit rate) bulan terakhir. Namun, tim manajemen klinik kebingungan. Data yang diminta tersebar di berbagai dokumen dan catatan manual. Proses pengumpulan data pun memakan waktu berjam-jam, dan hasilnya tidak akurat. Direktur klinik pun merasa frustasi. Tanpa data yang valid, klinik kesulitan memonitor contact rate secara akurat, terutama bila dibandingkan dengan contact rate hasil umpan balik dari BPJS Kesehatan. Klinik tidak bisa lagi mengantisipasi apakah terjadi kecenderungan contact rate klinik berada di bawah standar dari BPJS Kesehatan. Akibatnya, potensi kapitasi berbasis kinerja (KBK) yang seharusnya bisa dimaksimalkan menjadi terhambat. 

Kasus ini menggambarkan betapa pentingnya monitoring contact rate dan visit rate secara berkala dan sistematis. Namun, apa sebenarnya contact rate dan visit rate? Mengapa kedua indikator ini begitu krusial bagi FKTP? 

Contact rate adalah rerata jumlah peserta yang mengunjungi FKTP dalam periode tertentu dibandingkan dengan jumlah total peserta terdaftar. Kontak ini bisa berupa kunjungan langsung, telekonsultasi, atau layanan lainnya. Sementara itu, visit rate mengacu pada frekuensi kunjungan peserta ke FKTP dalam kurun waktu tertentu. Kedua indikator ini menjadi tolok ukur sejauh mana FKTP mampu menjangkau dan melayani peserta BPJS Kesehatan. 

Meskipun keduanya sama-sama digunakan untuk mengukur kinerja FKTP, ada perbedaan mendasar antara contact rate dan visit rate. Contact rate lebih menekankan pada cakupan peserta yang terlayani, sedangkan visit rate mengukur intensitas kunjungan peserta. Misalnya, contact rate yang tinggi menunjukkan bahwa FKTP berhasil menjangkau banyak peserta, sementara visit rate yang tinggi mengindikasikan bahwa peserta sering berkunjung ke FKTP. 

Monitoring contact rate dan visit rate membawa banyak manfaat bagi berbagai pihak. Bagi dokter, data ini membantu dokter dalam memahami pola kunjungan pasien sehingga dapat merencanakan pelayanan yang lebih efektif. Bagi manajemen klinik, monitoring kedua indikator ini memudahkan evaluasi kinerja klinik dan pengambilan keputusan strategis. Bagi pemilik klinik, memastikan contact rate dan visit rate yang optimal berarti memaksimalkan pendapatan dari kapitasi berbasis kinerja. Sementara itu, bagi pemerintah daerah dan pusat, data ini menjadi acuan untuk menilai efektivitas program kesehatan nasional dan daerah. 

Bagi FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, contact rate menjadi salah satu faktor penentu besaran kapitasi yang dibayarkan. BPJS Kesehatan menerapkan sistem kapitasi berbasis kinerja (KBK), di mana FKTP dinilai berdasarkan pengendalian angka kontak, rasio rujukan non-spesialistik, dan rasio peserta Prolanis yang terkendali. FKTP dengan contact rate yang tinggi dan terkendali berpeluang mendapatkan kapitasi yang lebih besar. 

Namun, kendala sering muncul ketika monitoring dilakukan secara manual. Proses ini rentan terhadap kesalahan, memakan waktu, dan tidak efisien. Banyak FKTP yang kesulitan menyediakan data akurat dan tepat waktu, seperti yang dialami Klinik Sehat Sentosa. Untungnya, solusi digital kini hadir untuk mengatasi masalah ini. Medeva Technologies, melalui aplikasi KBK bernama Medeva Mint, membantu FKTP memonitor capaian indikator KBK secara real-time, termasuk contact rate dan visit rate. Dengan fitur canggih seperti Early Warning System dan manajemen pasien kronis, Medeva Mint memastikan FKTP dapat mengoptimalkan nilai kapitasi dengan mudah. 

Medeva Mint dirancang khusus untuk membantu FKTP meningkatkan efisiensi dan pendapatan melalui digitalisasi. Aplikasi ini tidak hanya memudahkan monitoring contact rate dan visit rate, tetapi juga memberikan peringatan dini jika ada indikator yang tidak tercapai. Dengan demikian, FKTP dapat mengambil tindakan cepat untuk memperbaiki kinerja dan memastikan kapitasi yang optimal. 

Dengan monitoring contact rate dan visit rate yang tepat, FKTP tidak hanya meningkatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga memastikan keberlangsungan finansial klinik. Solusi digital seperti Medeva Mint siap membantu FKTP mencapai tujuan tersebut dengan lebih efisien dan akurat. 

Informasi lebih lanjut tentang Medeva Mint dapat diakses melalui: 

  • Kontak: (+62) 816 1700 0155 (Lia) 
  • Instagram: @medevatech 
  • Facebook: Medeva Technology 

Dengan dukungan teknologi yang tepat, FKTP dapat mengatasi tantangan dalam monitoring kinerja dan memastikan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *