Efisiensi & Mutu Klinik Meningkat dengan Pengendalian Rujukan Non-Spesialistik

Pak Budi, seorang ayah berusia 50 tahun, sering merasa lelah dan sesak napas. Ia memeriksakan diri ke Klinik, fasilitas kesehatan primer (FKTP) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Setelah pemeriksaan, Pak Budi didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2, salah satu dari 144 diagnosis yang dapat ditangani di FKTP. Namun, setelah 3 kali pengobatan, kondisinya belum membaik. Dokter di Klinik kemudian merujuk Pak Budi ke rumah sakit dengan keterangan TACC (Time, Age, Complication, Comorbidity). Seandainya pengendalian rujukan non-spesialistik tidak diterapkan, Pak Budi mungkin akan langsung dirujuk ke rumah sakit sejak awal, padahal kasusnya seharusnya bisa ditangani di FKTP. 

Dampak Pengendalian Rujukan Non-Spesialistik pada Mutu Pelayanan 

Pengendalian rujukan non-spesialistik adalah kebijakan yang memastikan pasien dengan 144 diagnosis tertentu diselesaikan di FKTP sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut (FKTL). Kebijakan ini bertujuan meningkatkan mutu pelayanan di FKTP dengan mendorong tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan yang komprehensif, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. 

Dengan pola kapitasi berbasis kinerja (KBK), FKTP dibayar berdasarkan kinerja dalam menyelesaikan kasus-kasus tersebut. Hal ini mendorong FKTP untuk lebih fokus pada penyelesaian masalah kesehatan pasien secara tuntas. Pasien seperti Pak Budi tidak perlu mondar-mandir antara FKTP dan rumah sakit untuk pelayanan yang seharusnya bisa diselesaikan di tingkat primer. 

Peran Teknologi dalam Pengendalian Rujukan Non-Spesialistik 

Salah satu kunci keberhasilan pengendalian rujukan non-spesialistik adalah penggunaan teknologi untuk memantau dan mengelola kinerja FKTP secara real-time. Dengan teknologi, FKTP tidak perlu repot menghitung secara manual capaian kinerja, seperti rasio rujukan non-spesialistik, angka kontak, atau rasio peserta Prolanis terkendali. 

Medeva Technology telah menyediakan aplikasi KBK yang dirancang khusus untuk membantu FKTP melakukan monitoring rasio rujukan non-spesialistik sejak awal bulan. Aplikasi ini juga memudahkan FKTP dalam memantau indikator kinerja lainnya, seperti angka kontak dan rasio peserta Prolanis terkendali, yang menjadi penentu keberhasilan FKTP dalam meraih nilai KBK maksimal. 

Dengan aplikasi ini, pimpinan FKTP dapat mengambil keputusan lebih cepat dan tepat untuk mengoptimalkan pelayanan. Misalnya, jika rasio rujukan non-spesialistik terpantau tinggi di awal bulan, FKTP dapat segera mengevaluasi dan memperbaiki proses pelayanan sebelum akhir bulan. Hal ini tidak hanya membantu FKTP meraih nilai KBK maksimal, tetapi juga meningkatkan kepuasan pasien yang mendapatkan pelayanan berkualitas di FKTP. 

Efisiensi Biaya dan Pengendalian Inflasi 

Pengendalian rujukan non-spesialistik juga berdampak signifikan pada efisiensi biaya. Dengan menyelesaikan lebih banyak kasus di FKTP, BPJS Kesehatan dapat menghemat dana yang sebelumnya digunakan untuk membiayai rujukan ke rumah sakit. Selain itu, kebijakan ini membantu mengendalikan inflasi biaya pelayanan kesehatan, karena biaya pelayanan di FKTP jauh lebih rendah dibandingkan di rumah sakit. 

Tantangan dan Harapan 

Meski memiliki banyak manfaat, kebijakan ini juga menghadapi tantangan, seperti kesiapan tenaga kesehatan di FKTP dan pemahaman pasien tentang pentingnya penyelesaian kasus di tingkat primer. Namun, dengan dukungan teknologi seperti aplikasi KBK dari Medeva Technology, diharapkan FKTP dapat semakin handal dalam memberikan pelayanan berkualitas. 

Ingin Tahu Lebih Lanjut tentang Aplikasi KBK? 

Bagi pimpinan FKTP yang ingin memaksimalkan kinerja dan meraih nilai KBK terbaik, Medeva Technology menyediakan solusi teknologi yang tepat. Anda dapat menghubungi Medeva Technology melalui website di medeva.tech, Instagram @medevatech, Facebook @medevatechnologies, atau WhatsApp di 0816 1700 0155 (Lia). 

Dengan pengendalian rujukan non-spesialistik dan dukungan teknologi, kita tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di FKTP, tetapi juga menciptakan sistem pembiayaan kesehatan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Ini adalah langkah penting menuju Indonesia Sehat! 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *